untuk Tuhan semesta alam yang bergumam
untuk kawan sahabat, dicinta dan dibenci yang serentak suram
untuk semua petikan dawai dawai sedih sedan sendu buram
untuk nyanyian pagi di iringi denting denting masam
untuk para kolpotir yang berubah haluan mencari kerosin keruan
untuk para puritan yang semangat akan ter-saman
untuk semua pemberian, burung tanpa terbang, aku mulai muram
maka aku berkata :
"kamu dihati lebih dari ia berkata 'cinta', lebih besar, sangat besar, sangat sangat lebih besar"
tak heran ia menjadi skeptis yang menganggap hati ini adalah binatang jalang
-r, 2008-
Sabtu, 05 Juli 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
berkisah bijak, menangis sedu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar